Minggu, 29 Juli 2012

Wahabi Hasil Spionase Inggris?

Pada bagian kali ini kita akan membaca bagian perjumpaan antara Mr Hempher alias Muhammad dengan Muhaammad bin Abdil Wahab dan proses pencucian otak kepada diri Muhammad bin Abdil Wahab sehingga menjadi orang yang radikal

Orang Syi’ah, menggunakan kesempatan emas ini. Pernyataan sikap menutup pintu ijtihad ini dimanfaatkan untuk menyebarluaskan pengikut mereka. Jumlah pengikut Syi’ah yang semula hanya berkisar kurang dari sepersepuluh dari orang Sunni pada akhirnya menjadi banyak dan bisa mengimbangi jumlah pengikut Sunni. Gejala semacam ini masuk akal karena ijtihad itu bak sebuah senjata. Ijtihad itu bisa memperbaiki fiqih Islam dan pemahaman akan Al-Qur’an dan hadits. Larangan ijtihad di sisi lain bak senjata makan tuan, akan mengurung pengikut madzhab tersebut dalam ruang lingkup kerangka kerja tertentu. Dan pada gilirannya penutupan pintu gerbang ijtihad ini mengesampingkan tuntutan zaman. Seandainya saja senjata yang dimiliki seseorang adalah rotan dan yang dimiliki musuh pistol, maka yang punya senjata rotan cepat atau lambat akan terpukul mundur oleh musuh. Saya pikir pemuka dari orang-orang Muslim Sunni mestinya kembali membuka ‘The gate of ijtihad’ di masa mendatang. Jika tidak mereka akan menjadi minoritas, sementara pengikut Syi’ah menjadi mayoritas dalam beberapa abad saja.
Pemuda yang bernama Muhammad Annajd tersebut mempunyai pendapat yang independen dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits. Dia mengesampingkan pemahaman para ulama, tidak hanya ulama pada zamannya, tapi juga ulama empat mazhab dan bahkan pemahaman para sahabat seperti Abu Bakar, Umar dan sahabat lain. Kapan saja dia melewati ayat Al-Qur’an yang pemahamannya tidak sesuai dengan pemahaman ulama lain, dia berkata, “Nabi bersabda: ‘Saya tinggalkan Al-Qur’an dan Hadith untukmu.’ Nabi tidak mengatakan, ‘Saya tinggalkan Al-Qur’an, Hadis, Sahabat, dan imam-imam madzhab untukmu. Karena itu sesuatu hal yang wajib adalah mengikuti Al-Qur’an dan Hadits, kendati boleh jadi berlawanan dengan pendapat para imam madzhab ataupun pernyataan para Sahabat.”

baca kelanjutanya di... http://warkopmbahlalar.com/mata-mata-inggris-dalam-sejarah-islam-bag-4/