Senin, 23 Juli 2012

Fakta Mengerikan | Ahmad Surkati (pendiri Al Irsyad, guru dan shahabat KH. A Dahlan), guru agen CIA-Sekutu dan sahabat misionaris kafir Belanda


(Tulisan ini saya kutip seutuhnya dari sebuah wordpress/blog yang dikelola oleh wahhabi faksi Yaman yakni murid2nya Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i -tokoh wahhabi dari Dammaj-Shana’a-Yaman-. Faksi Wahhabi Yaman ini sangat membenci dan sudah lama bermusuhan dg faksi wahhabi yang tergabung dalam ormas Al-Irsyad. Ormas Al Irsyad didirikan oleh S…yaikh Ahmad Surkati -tokoh wahhabi asal Sudan yang mukim di Indonesia -meskipun Ahmad Surkati sendiri tidak berkenan kalau disebut sebagai wahhabi (pengikut muhammad bin abdul wahhab), ia lebih suka dan bangga disebut sebagai pengikut Muhammad Abduh, tp kenyataannya aqidah dan amaliahnya sama dengan wahhabi. Syaikh Ahmad Surkati juga termasuk guru dan shahabat KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, sebagaimana tertulis dibeberapa sumber dari situs resmi Al Irsyad : http://alirsyad.net/index.php?option=com_content&task=view&id=25&Itemid=42, atau jg bisa dilihat di : http://www.jurnalstidnatsir.co.cc/2009/06/syaikh-ahmad-syurkati-guru-dari-tokoh.html. Ini link asli artikel berikut : http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2007/03/28/ahmad-surkati-guru-agen-cia-sekutu-dan-sahabat-misionaris-kafir-belanda/)
Ahmad Surkati, guru agen CIA-Sekutu dan sahabat misionaris kafir Belanda
Buku Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa pantas kita buka kembali, mengingat ada ucapan di sebelah yang hendak mengkaburkan kembali tentang siapakah Ahmad Surkati. Murid Ahmad Surkati, Abdullah Aqil Badjerei yang diangkat menjadi redaktur majalah Azzachirah Al Islamiyyah sejak tahun 1923, sekaligus penerjemah tunggal dan sekretaris pribadi Surkati. Abdullah Badjerei adalah orang penting yang selalu berada di sisi Ahmad Surkati, bahkan dia berkesempatan memangku jabatan Sekretaris Jenderal Al Irsyad paling lama sekitar 25 tahun.
Abdullah Badjerei sering mewakili Ahmad Surkati dalam ceramah ilmiahnya. Dan seorang putra dari Abdullah Badjerei bernama Hussein bin Abdullah Badjerei turut aktif di Al Irsyad, sampai buku tulisannya “Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa” (AMSB) dikukuhkan sebagai buku resmi PP Al Irsyad. Simak di halaman situs
Kemudian disebutkan murid Surkati lainnya Asad Alkalali, Ahmad Sjoekrie, Umar Hubeis, Ali Hubeis, ‘Aisyah Nazir, Nurdjannah, Abdullah Badjerei. Ini semakin memperkuat bahwa sumber paling sahih bila berbicara tentang Ahmad Surkati adalah lewat Abdullah Aqil Badjerei, bapak Hussein Badjerei, penulis buku resmi PP Al Irsyad.
Nah, H. Hussein Badjerei putra Abdullah Aqil Badjerei inilah yang jujur mengungkapkan apa itu Al Irsyad. Dalam menulis tulisan ini yang telah dilengkapi dengan link scan buku ASB, mengingat Abu Salma (A.S.) sang jago bersilat lidah, ahli berkata-kata hanya mampu mengalihkan perhatian, menghindar, tanpa membawakan bukti yang lebih sahih dari buku resmi Al Irsyad ini.
Seminggu, dua minggu kita tinggalkan A.S, walhasil A.S. makin menjadi-jadi, tudingan agen rahasia, agen CIA, memakai metode CIA, memakai cara kuffar CIA makin dikerucutkan tanpa membawa satu lembar buktipun terkait keanggotan Ibrahim sebagai agen CIA. Kenapa hanya karena tulisan LSM kafir dari Brussel terkait teroris yang menyudutkan Sururi dan Jihadi, lantas Ibrahim digelari agen CIA ? Atau lantaran data yang pernah ada di situs salafy.or.id dicomot mereka lantas otomatis Ibrahim menjadi agen CIA ? Ketahuilah fanatikus situs anda membuat istilah aneh CIAlafy di forum ‘sampah’, yang juga suka dikorek-korek oleh A.S., pejabat PC Al Irsyad Surabaya ini.
Kita tanyakan lagi, darimanakah engkau tahu bahwa LSM kafir tersebut CIA, lantas cara yang saya pakai metode CIA ? Jangan-jangan engkau hobi menonton film laga/detektif yang menampilkan profil agen CIA dan engkau memahami secara utuh sehingga ketika berhadapan dengan manusia pengangguran seperti Ibrahim, lantas engkau tuding agen CIA ? Atau engkau pernah dididik oleh CIA, lantas keluar, sehingga engkau tahu persis cara kerja agen CIA ?
Kenapa tidak engkau bilang agen MOSSAD seperti tudingan majalah Hidayatullah pada Salafy ? Atau agen Densus88 seperti tudingan pada Ja’far Umar Thalib ? Lantas engkau pantas disebut agen juga, karena memiliki radar yang sangat canggih sehingga bisa mendeteksi kabar-kabar dari ujung Jatim dan di Brussel sana ? Kalau setiap yang googling, mengkoleksi selebaran, pamflet, tulisan, yang lantas discan, lantas dicomot asing kemudian disebut mata-mata, maka sungguh banyak sekali yang layak dicap agen/mata-mata di dunia! Termasuk website anda sendiri, karena pembacanya manca Negara dan kadang dicomot oleh orang-orang.
Baiklah, waktunya kita singkap siapakah Van der Plas, Snouck Hurgronje (sahabat, murid Ahmad Surkati reformis) dan marilah kita dholimi bersama-sama!
C.H.O. Van der Plas
Baik, marilah kita lihat siapakah Dr. Charles agen CIA – M16 – Sekutu yang terkenal dengan sebutan Van der Plas connection. Biar si A.S. jelas ternyata Van der Plas yang samar-samar baginya ternyata adalah agen CIA – M16 – Sekutu/Amerika Serikat.
CH.O.van der Plas menjabat sebagai Ajun Advisor dari kantor kolonial belanda Kantoor voor Inlandsche Zaken, juga Prof. Dr. G.F. Pijper sebagai Advisor di kantor yang sama, dia belajar Ilmu Tafsir dan Fiqh dari Surkati. (AMSB, hal 49) http://img144.imageshack.us/img144/3839/image0293if2.jpg. Lihatlah Surkati demikian dekat dgn kolonialis Belanda, maka apakah mungkin Surkati menyusun perlawanan atas imperalis Belanda dalam kedekatannya itu ? Ataukah dengan manhaj “unik” seperti inilah (baca:rifq, liyn dan hikmah dengan pejabat penjajah kafir Belanda), cara As-Surkati memerangi kekafiran dan penjajahan di negeri kaum muslimin ini?! Bukankah hukum asal dari dakwah adalah rifq, liyn dan hikmah, wahai Firanda dan Abu Salma?! Bukankah kelembutan (baca:persahabatan) dengan para penyesat dan penjajah adalah wasilah terbesar dijungkir-balikkannya al-wala’ wal bara’ fil Islam?! Sesungguhnya tidak patut bagi Irsyadiyin untuk meminta-minta gelar kemaslahatan sebagai ‘Pahlawan Nasional’ kepada pemerintah Indonesia bagi Ahmad Surkati!!
Menurut AMSB halaman 49, ternyata Ahmad Surkati sebagai sahabat sekaligus guru Charles Olke Van der Plas dan rekan lainnya di kantor Het Kantoor von Inlandche Zaken, Penasehat Urusan Bahasa-bahasa Timur dan Hukum Islam, dibantu untuk mendapatkan satu bagian penuh prosentase dari dana lotre/judi. Syaratnya, tentu beda dengan Ihya’ at Turats, yakni kolonial Belanda meminta Surkati mendirikan Stichting Al Irsyad Al Islamiyyah, yang akhirnya berdiri di hadapan notaris Michiel de Hondt Akte no 73 tanggal 22 Oktober 1934. Al Irsyad adalah organisasi pertama penerima dana lotre/judi yang dihalalkan hanya karena tujuannya baik. Tujuan menghalalkan segala cara ?
Disini Hussein Badjerei mengungkapkan informasi “berharga” bahwa “”Stichting Al-Irsyad Al-Islamiyyah” didirikan sebagai landasan hukum agar dapat mencairkan uang lotre penjajah kafir najis Belanda!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Padahal pada tahun 1930, Al-Irsyad sebagai suatu perhimpunan sudah diluluskan permintaannya untuk menikmati uang lotre penjajah kafir Belanda sebesar 2% atau sekitar f.10.000,- sesuai keputusan Direktur Van Justitie tanggal 14/3/1930 (AMSB, hal.50)
Berapa besarkah nilai f.10.000 pada saat itu? Sebagai gambaran, gaji Soerkati ketika itu f.200 dan gaji Abdullah Badjerei (murid kesayangannya yang diangkatnya sebagai guru) sebesar f.30 yang jika ditukar seluruhnya dengan beras akan diperoleh sekitar 1,2 ton. Sehingga f.10.000 uang lotre tersebut setara dengan beras sebanyak 399,99 ton beras, dengan harga Maret 2007 1 kg = Rp. 6000, identik Rp. 2.4 milyar ! Maka sungguh jumlah yang sangat fantastis bagi rakyat Indonesia yang saat itu dalam keadaan dijajah oleh kolonialis kafir Belanda, sekaligus sangat fantastis nilai keridloan kolonial kafir Belanda pada sahabatnya !
Sebenarnya, langkah nekad As-Surkati Syaikh ‘Salafy Al-Irsyad’ dalam menghalalkan dan menerima uang lotre dari penjajah kafir Belanda bukannya tidak mendapat tantangan, A. Hassan dari Persatuan Islam (Persis) dengan tegas menyatakannya sebagai uang haram: “Al-Irsyad merupakan perhimpunan Islam pertama yang menerima bagian uang lotre. Saat itu ada yang setuju, ada pula yang menentang. Majalah Pembela Islam yang diterbitkan oleh Persatuan Islam (Persis) asuhan A. Hasan dalam Bab Fatwanya telah menyatakan bahwa lotre itu hukumnya haram, bertentangan dengan pendapat Ahmad Soerkati dan beberapa ulama Islam di Kairo yang telah MENGHALALKANNYA KARENA MAKSUD DAN TUJUANNYA BAIK. Alasan yang dikemukakan ketika mengajukan permohonan dana adalah untuk membangun sebuah gedung sekolah”.(ibid, hal.50)
Demikianlah, orang yang dipuji sebagai “Asy-Syaikh Al-‘Allamah yang memerangi… kesesatan” ternyata menghalalkan dan menerima uang lotre penjajah kafir Belanda dengan alasan “maksud dan tujuannya baik!” Allahul Musta’an.
Menurut buku “Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa” hal 48-49, disebutkan nama-nama murid Surkati dari kalangan kolonialis Belanda yakni Dr. Charles Olke van der Plas. Dia pernah menjabat sebagai konsul Belanda di Jeddah, terakhir dia menjadi gubernur Jatim. Setelah invasi Jepang tanggal 9 Maret 1942, Van der Plas melarikan diri ke negeri kafir Australia, lantaran dia loyalitas dengan negara tersebut tentunya. Van der Plas inilah tokoh kolonial Belanda yang ingin menangkap Soekarno pada akhir September 1945 (Rosihan Anwar, 16 Agustus 2005.
Dialah tokoh dibalik kembalinya pasukan Belanda lewat Sekutu pada tanggal 15 September 1945 dengan tentara NICAnya (Netherland Indies Civil Administration). (http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Jepang). Bahkan dia dikabarkan turut campur dalam kancah perpolitikan di Indonesia bahkan paska kemerdekaan RI dengan operasi gabungan agen Sekutu – CIA dan M16 yang dikenal dengan Van der Plas Connection. (Di Balik Tuduhan “Kolaborator”, oleh A Supardi Adiwijaya http://www.wirantaprawira.net/bk/hutbk_6.htm).
Baik Snouck Hurgronje maupun Van Der Plas adalah misionaris, pendeta, orientalis yang terbaik yang dimiliki kolonialis kafir Belanda. Mereka ahli westernisasi, kolonisasi di Indonesia dan berpaham sekuler. Silakan baca-baca buku sejarah lagi, di benak kita waktu pelajaran PSPB dulu, Snouck Hurgronje dan Van der Plas adalah penjajah kafir Belanda yang licik dan jago memecah-belah bangsa kita. Mungkin ini sebabnya Ahmad Surkati tidak dinominasikan sebagai Pahlawan Nasional bahkan pantas disebut apa….? Betapa dekatnya Ahmad Surkati dengan petinggi kolonial, padahal rekan-rekannya Ahmad Dahlan, Wahid Hasyim, dll telah digelari sebagai pahlawan. Van der Plaspun kembali ke Indonesia dengan membonceng Sekutu kafir yang membumi-hanguskan negeri muslimin. Sementara Snouck yang pulang ke Belanda menjadi Menteri Koloni Belanda, ini masih diragukan kekafiran dan daya rusaknya atas Muslimin ? Bagaimana peran penting dia dalam memecah-belah Indonesia menjadi RIS dst ? (Puasa dan Kemerdekaan, 11 November 2002, Pikiran Rakyat bagian Berita Utama, http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1102/11/0106.htm ).
Masih ingat dalam kenangan kita kisah pejuang Bung Tomo yang mempertahankan Soerabaja dari Sekutu yang dihasung oleh Van der Plas cs. Sayang fanatikus Irsyadi yang pernah bertempat tinggal di Surabaya menutup mata dengan fakta ini, lantaran Ahmad Surkati benar-benar dekat dengan mereka berdua, Van der Plas dan Snouck, sebagai sahabat, murid dan penjajah. Simak AMSB hal 48-49 pada url di bawah ini.
Snouck Hurgronje
Snouck Hurgronye, peletak dasar kebijakan Islam Politiek, merupakan tokoh penting peletak pembaratan/westernisasi Islam pribumi yang kini diteruskan oleh para pewarisnya di Indonesia. Snouck lahir tanggal 8 Februari 1857 di Oosterhout Belanda, merupakan anak keempat dari pasangan Pendeta JJ Snouck Hurgronje dan Anna Maria. Nama depannya diambilkan dari nama kakeknya, pendeta D Christiaan de Visser. Pada tahun 1874 selepas dari pendidikan HBS di Breda, ia melanjutkan ke Fakultas Teologi Universitas Leiden. Tahun 1878 ia lulus kandidat sarjana muda kemudian ia meneruskan ke Fakultas Sastra Universitas Leiden. Semasa di Universitas Leiden, Snouck dibimbing oleh para tokoh aliran modernis Leiden, seperti CP Tieles, LWE Rauwenhoff, Abraham Kuenen, MJ de Goeje. (Strategi Belanda Melumpuhkan Islam”, Biografi C. Snouck Hurgronje. Penerbit Pustaka Pelajar). Lihat darah pendeta dari bapak, kakek mengalir deras di otak Snouck Hurgronje, hingga nantinya Snouck meminang putri pendeta.
Mengutip buku AMSB, biarlah fanatikus Al Irsyad ini berkisah jujur. Di halaman 18-19 ditulis : “Maka Pemerintah di Negeri Belanda merasa perlu untuk menurunkan para spesialis kolonialisnya, para konsultan dan cendekiawannya guna melakukan berbagai penelitian dan penyelidikan lebih lanjut tentang Islam, khususnya Islam di Indonesia. Di antara sekian nama, yang paling menonjol dan dapat disebut legendaris adalah seorang sarjana: Prof. Dr. Snouck Hurgronje.”
Nah, kini pembaca telah jelas bahwa Snouck Hurgronje adalah spesialis orientalis dari kolonialis kafir Belanda.
Menurut AMSB halaman hal 20, tahun 1889 Prof. Dr. Christian Snouck Hurgonje bertugas di Indonesia sebagai penasehat di Het Kantoor von Inlandche Zaken, Penasehat Urusan Bahasa-bahasa Timur dan Hukum Islam. Tahun 1899 diangkat menjadi Penasehat Urusan Pribumi dan Arab. Ini adalah kantor pelaksana utama politik pemerintah kolonial Belanda yang dirintis Snouck. Sebelumnya kita telah mengenal Snouck bahwa orang ini adalah seorang Nasrani yang berpura-pura masuk Islam. Disini nampak jelas, tujuan ditugaskan Snouck adalah sebagai upaya pemerintah kuffar Belanda mengenal lebih jelas Islam dan muslimin sehingga mudah untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya. Iya, meminjam istilah Abu Salma maka Snouck ini termasuk “salafnya” guru besar dari agen-agen rahasia/intelijen “CIA”nya Belanda! Benar, agen rahasia kuffar !
Pada buku halaman 46-47 AMSB, disebutkan murid-murid Surkati selain Snouck Hurgronje dan Van Der Plas yakni Sholah Al Bakri yang terkenal dengan ucapannya “Kalau matahari telah terbit dari Barat, barulah saya berpaling dari Al Irsyad.” Umar Salim Hubeish yang melahirkan murid seperti Tarmizi Taher, mantan Menag, pendukung JIL yang akhir-akhir ini hasil cetakannya yang menjiplak tulisan ustadz Abu Hamzah (tanpa ridha beliau) ternyata dikendarai oleh Kang Bilali dan Abu Salma untuk melemparkan fitnah terhadap beliau, bahwa beliau “berhubungan dengan JIL! Yang ternyata setelah dirunut nasabnya, Tarmizi Taher ini masih termasuk “cucu murid” As-Surkati!! Boomerang, wahai Abu Salma?!
Bagi rakyat Aceh, Snouck adalah pengkhianat tanpa tanding. C. Snouck Hurgronje, seorang profesor kajian Islam di Universitas Leyden meneliti seputar muslimin Aceh pada 1894. Lantas dipaparkan “strategi benteng,” yang dibuat untuk memperlemah para gerilyawan, kemudian diterapkan rezim kolonial Belanda di Aceh. Dia bisa memetakan kekuatan politik Aceh, memetakan struktur perlawanan jihad rakyat Aceh. Dengan kedok sebagai ilmuwan dan peneliti, memanipulasi tugas keilmuan menjadi politik. Pengamatannya menghasilkan tulisan Atjeh Verslag, berisi laporan kepada Belanda tentang alasan mengapa Aceh harus diperangi. Tak cukup dengan catatan itu, Snouck kemudian membuat buku, De Atjehers, yang memaparkan secara lengkap struktur masyarakat Aceh, kebudayaan, sampai posisi ulama.
Segera buku itu menjadi terkenal, bahkan mendapat pujian dari para orientalis sebagai karya yang secara lengkap mengupas kebudayaan Islam di Aceh. Bagi Belanda, karya itu menjadi rujukan untuk menyusun taktik menghadapi perlawanan dan jihad rakyat Aceh. Dan terbukti, Aceh pun kemudian dapat dikalahkan. Inilah prestasi gemilang strategi adu domba ala Snouck Hurgronje. (Snouck Hurgronje, Memahami Agama, Memenangkan Belanda, Suara Merdeka kolom Tokoh karya Aulia A Muhammad http://www.suaramerdeka.com/cybernews/layar/tokoh/tokoh32.html). Dan politiknya untuk menguasai Jawa adalah dengan memanjakan ulamanya, salah satunya yang tidak ragu lagi dirayu adalah guru besar A.S., Ahmad Surkati.
Dr. P. Sj. Van Koningsveld dalam bukunya Snouck Hurgronje dan Islam (Girimukti Pasaka, Jakarta, 1989) menggambarkan kemungkinan Snouck masuk Islam oleh Qadi Jeddah dengan dua orang saksi setelah Snouck pindah tinggal bersama-sama dengan Aboebakar Djajadiningrat (1989: 95-107). Dr. P. Sj. Van Koningsveld dalam bukunya Snouck Hurgronje dan Islam (Girimukti Pasaka, Jakarta, 1989) menggambarkan kemungkinan Snouck masuk Islam oleh Qadi Jeddah dengan dua orang saksi setelah Snouck pindah tinggal bersama-sama dengan Aboebakar Djajadiningrat (1989: 95-107). Van Koningsveld juga memberikan petunjuk-petunjuk yang memberikan kesan ketidaktulusan Snouck Hurgronje masuk Islam. Dia masuk Islam hanyalah untuk melancarkan tugasnya atau tujuannya yang hendak mengukuhkan kekuasaan Belanda di Indonesia, jadi bersifat politik–bukan ilmiah murni.
Tanggal 12 Maret 1906 Snouck kembali ke negeri Belanda. Ia diangkat sebagai Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab pada Universitas Leiden. Disamping itu ia juga mengajar para calon-calon Zending di Oestgeest. Pada tahun 1910, di Belanda, ia kawin dengan Ida Maria, putri seorang pensiunan pendeta liberal di Zutphen, Dr AJ Oort. Setelah dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Leiden pada 1907 (tiga tahun setelah kawin), ia menekuni profesi sebagai penasihat Menteri Urusan Koloni. Pekerjaan ini diemban hingga akhir hayatnya pada tahun 1936 di usianya yang ke 81 tahun.
Pembesar orientalis kafir Belanda ini sempat berangan-angan, Snouck Hurgronje berkata : “Pada zaman skeptik kita ini, sangat sedikit sekali yang di atas kritik, dan suatu hari nanti kita mungkin mengharapkan untuk mendengar bahwa Muhammad tidak pernah ada.” Harapan Hurgronje ini selanjutnya terealisasikan dalam pemikiran Klimovich, yang menulis sebuah artikel diterbitkan pada tahun 1930 dengan berjudul “Did Muhammad Exist?” Dalam artikel tersebut, Klimovich menyimpulkan bahwa semua sumber informasi tentang kehidupan Muhammad adalah buatan belaka. Muhammad adalah “fiksi yang wajib” karena selalu ada asumsi “setiap agama harus mempunyai pendiri”. Sikap para orientalis seperti itu tidak bisa disederhanakan kategorisasinya menjadi orientalis klasik yang berbeda dengan orientalis kontemporer. (Melihat Wajah Barat dan ‘Copy-paste’ nya, tulisan Ghazali N.I)
Banyak sekali ucapan miring Snouck Hurgronje atas Islam, Rasulullah, yang pantas disebut ‘kafir munafik’ , dia pernah berkata : “Sistem Islam menjadi sangat kaku dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan abad baru. Hanya melalui organisasi pendidikan berskala luas dan atas dasar yang universal serta netral secara agamis, pemerintah kolonial dapat “membebaskan” atau melepaskan Muslimin dari agama mereka. Ditulis oleh Karel A. Steenbrink, 1995: 122. (Dr. Haikal, Dinamika Muhammadiyah menuju Indonesia Baru. http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/25/husainhaikal.htm)
Jelas sampai akhir hayatnya dia tetaplah penjajah Belanda, pakar westernisasi, pembaratan, orientalis, munafik yang siap merusak negeri-negeri muslimin sebagai koloninya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Snouck_Hurgronje)
Snouck inilah yang berusaha untuk merusak definisi syar’i tentang “orang kafir-penjajah Belanda” dan memberikan rekomendasi untuk menumpas jihad fi sabilillah yang dikumandangkan oleh kaum muslimin Aceh dan sekitarnya!!
“…Snouck berpendapat bahwa orang kafir adalah (a-peny) orang yang belum tahu dan (b-peny) tidak mau tahu. Orang yang belum tahu haruslah diberitahu, dididik. Dalam kelompok ini termasuk Pemerintah Kolonial Belanda itu sendiri. Orang yang tidak mau tahu haruslah dikerasi. Islam Politik, termasuk Islam Aceh, dimasukkan dalam golongan ini karena itu harus dikerasi“(ibid, hal.23).
Snouck ini pula yang merekomendasikan untuk melakukan Westernisasi umat Islam Indonesia (rekomendasi nomor 3 dan 4, hal.22-23) dan tugas “Whiteman’s Burden-Tugas Suci Orang Barat/Neo Gospel” ini sekarang telah dilanjutkan oleh JIL dkk.
Sementara kecintaan dan loyalitas Ahmad Surkati atas Snouck Hurgronje terus menggebu-gebu sampai-sampai ingin mengunjunginya ke negeri Belanda. SAYANG SEJARAH URUNG MENJADI SAKSI karena As-Surkati keburu mendapatkan berita bahwa sahabatnya Snouck telah meninggal ! Apakah As-Surkati gembira ataukah justru terharu sedih mendengar berita kematian ini? Tentu Firanda akan menjawab: “Tentunya kita semua mengetahui jawabannya.” (Lerai…, hal.154).
Menurut buku AMSB halaman 63 menyatakan : “Terhadap Snouck Hurgronje, Surkati menaruh simpati karena menilai bahwa Snouck ini memang pandai berbahasa Arab… Kepada Snouck, Surkati memang berkorespondensi, bahkan semula bermaksud akan mengunjunginya ke negeri Belanda yang kemudian dibatalkannya karena mendapat berita bahwa Snouck meninggal dunia tahun 1936 itu.”
Inilah petunjuk jelas secara perbuatan dhohir menunjukkan loyalitas tinggi Ahmad Surkati atas Snouck Hurgronje dan disaksikan oleh penerjemah tunggal dan asistennya, Abdullah Badjerei.
Kendati Hussein Badjerei sendiri mengakui adanya westernisasi dari Snouck Hurgronje ini, di halaman hal 75 buku AMSB : “Dengan bertopang kepada wawasan-budaya inilah Budi Utomo, Al Irsyad dan lain-lain bersama-sama menghadang serangan sengit westernisasi Snouck Hurgronje.”
Koreksi ! M. Abduh bukan Muhammad Abdul Wahhab
Menurut Al Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa, halaman 9 disebutkan bahwa Jamaluddin Al Afghani didukung sahabat dan pengikutnya Muhammad Abduh, keduanya menerbitkan majalah Al Urwatul Wutsqaa di Paris tahun 1884 M.
Sementara pengikut aliran Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Abduh, mendefinisikan Wahabi di halaman 8 dari buku AMSB.
Pantaslah Ahmad Surkati menolak disebut Wahabi di buku AMSB halaman 58, sebagai pengikut syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, karena dia pengikut Muhammad Abduh, Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Rasyid Ridlo.
Lantas di halaman 28 AMSB, Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan Ahmad Surkati bertekad bersama-sama mengembangkan pemikiran Muhammad Abduh di Indonesia.
Lantaran cintanya pada Ahmad Dahlan sesama Abduh-ers, Ahmad Surkati menyanjung bahwa Ahmad Dahlan adalah Waliyullah dalam syairnya, dikutip di buku AMSB hal 66.
Diperkuat tulisan yang dikutip Hussein Badjerei sendiri di buku AMSB, hal 108 : “Dengan demikian pula jelas sekali bahwa pembaharuan yang diajarkan Al Irsyad mempunyai arti dan pengaruh politis jangka panjang, sesuai dengan garis pokok konsepsi Muhammad ‘Abduh.”
Di halaman hal 114 dinyatakan dengan kesepakatan penulis AMSB bahwa : “Kongres memutuskan bahwa Al Irsyad dan Muhammadiyah bukanlah Wahabi, keduanya pun tidak menyimpang dari madzhab…”
Jelas sekali, karena Al Irsyad dengan Tafsir Al Maanar, Muhammad Abduh, Rasyid Ridlonya tidak mau dan tidak tepat disebut Wahabi, gelar yang sering dinisbahkan bagi pengikut ulama Salafi syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab oleh musuh-musuh Sunnah.
Lantas Hussein Badjerei mengisahkan di halaman 10-11 AMSB bahwa dakwah Muhammad Abduh dengan tafsir Al Manaarnya, serta Rasyid Ridlo diketahui berkembang pesat di Indonesia menurut Abdullah Badjerei.
Keanehan Al Irsyad dan Ahmad Surkati
Selain yang telah dikutip diatas, di halaman 35 buku AMSB ditulis bahwa Ahmad Surkati mempelajari Falsafah/Filsafat dan juga menyatakan bertekad “mati di Jawa dengan berjihad, lebih suci daripada mati di Makkah tanpa jihad.”
Pada sebuah acara bid’ah yang diyakini murid Surkati juga sebagai bid’ah, ternyata ada perlakuan aneh di acara Maulid Barzanji tersebut. Di halaman 36 buku AMSB, murid Surkati tetap duduk karena dalam acara Maulid yang dikhayalkan Rasulullah hadir sehingga perlu disambut dengan berdiri. Sementara Ahmad Surkati sendiri berdiri, dia menyalahkan muridnya yang duduk dengan berkata : “Kalau saya duduk seperti kalian pada upacara tadi pintu untuk saya berdialog dengan mereka sudah pasti tertutup.” (penuturan Abdullah Badjerei)
Di halaman 37, Surkati sendiri berkomentar kepada Abdullah Badjerei tentang Semaun yang memperlihatkan jiwa besar dan watak kepemimpinan, Surkati : “anaa uhibbu haadza’rrajula katsiiran…”; “Saya suka sekali orang ini,… karena keyakinannya yang demikian kokoh dan jujur, bahwa dengan komunismelah tanah-airnya dapat dimerdekakan”.
Betapa anehnya Syaikh ‘Salafi’ yang satu ini (baca:As-Surkati), bukan hanya keanehan manhajnya terhadap Semaun PKI saja, tetapi juga sikapnya kepada pejabat kolonial Belanda-pun dikasih-sayangi dan dimuridkan, padahal di atas kesesatan, sementara dengan pengikut Syaikh Muhammad Abdul Wahhab yang membela Tauhid dan Sunnah disebutnya sebagai Wahabi, keras, dst.
Selain akrab dan bersahabat dengan pejabat kolonialisme Belanda, di halaman 66, anak buah Ahmad Surkati bernama Hasan Saleh Arghubi. Dia adalah Kapten Arab yang diangkat kolonial Belanda menggantikan mertuanya Umar Yusuf Manggusy pada tanggal 15 Mei 1931. Ya, dia Irsyadi menjadi pengikut Surkati sekaligus pegawai setia kafir Belanda.
Al Irsyad masa lalu dan masa sekarang, sebagaimana layaknya organisasi hizbiyyah, penuh dengan intrik, perebutan kekuasaan, perseteruan, lantas Hussein Badjerei di hal 92 mengatakan pendusta pada musuhnya : “… surat kabar yang suka memuat berita dari sumber-sumber pendusta – min ba’dil kadzdzaabiin.”
Al Irsyad dulu dan sekarang sama saja, setali tiga uang, kita pernah menyaksikan ‘album keluarga’ di sebuah situs Al Irsyad dan direkam di majalah Info Al Irsyad yang dipegang Irsyadiyyin. Rupanya sejak dulu kala menurut AMSB di halaman 108 disebutkan : “Buku pelajaran dengan ilustrasi gambar manusia, dipakai di sekolah-sekolah Al Irsyad, yang ketika masih banyak ulama yang men-tabu-kan penggunaannya. Bahasa Belanda diberikan sebanyak 3 jam…”.
Ya, sejak dahulu kala Al Irsyad sampai sekarang menghalalkan gambar, termasuk kadernya dari PW Al Irsyad Jatim yang illegal, Cholid Bawazeer yang mengomandani perusahaan Siwak-F ternyata memproduksi Siwak-F Junior lengkap dengan ilustrasi kelinci sedang bersikat gigi dan anak buahnya Abu Salma santai saja. Simaklah kelihaian pendekar seribu satu helah ini dalam berfatwa: “Karena produk tsb adalah halal maka harus ada dalil pasti yang mengharamkannya. Adapun kemasan yg bergambar makhluk hidup, maka itu masalah lain dengan kehalalan produk” (Shilaturrahim ,fatwa no.14).
Masalah lain…yassalam!!
Pada halaman 109 disebutkan Prof. Dr. H.M. Rasjidi lulusan Al Irsyad Lawang, dia mengaku dididik langsung oleh Ahmad Surkati, diangkat olehnya sebagai asistennya salah satu sebabnya lantaran hafal buku Logika Aristoteles berjudul Matan As Sullam.
Disini nyata bahwa Surkati menghargai Filsafat kafir Aristoteles dan yang orang yang telah menguasainya, sesuai dengan keadaan dirinya yang juga mempelajari filsafat.
Irsyadi, itu sebutannya. DI halaman 123 AMSB dikutip : “IRSHADI, begitulah mereka menamakan golongan mereka itu…”
Acara hizbiyyah di Al Irsyad ? Itu landasannya. Di halaman 142 AMSB disebutkan : ”Para peserta Kongres telah dibai’at oleh Ahmad Surkati, yaitu mereka menyatakan bersedia tunduk pada segala keputusan Hoofdkwartier, baik keputusan itu berkenan di hati masing-masing maupun tidak. Hoofdkwartier terdiri dari : Ahmad Surkati sebagai Ketua, Awad Albargi sebagai Sekretaris, Abdullah Badjerei, Umar Naji dan Umar Hubeish sebagai Anggota”.
Inilah ciri khas dakwah Hizbiyyah, baiat/sumpah setia dalam keadaan melanggar syariat atau tidak.
Diperkuat di halaman 60-61 : ”Para peserta Konggres akhirnya telah dibai’at oleh Ahmad Surkati dengan menyatakan akan tunduk pada segala keputusan yang akan dikeluarkan Hoofdkwartier, baik sesuai maupun tidak sesuai dengan kehendak hati masing-masing. Hoofdkwartier terdiri dari : S. Ahmad Surkati sebagai Ketua, Awab Albarqie sebagai Sekretaris, Abdullah Badjerei, Umar Naji dan Umar Hubeish sebagai Anggota…”.
Silakan cari takwilnya, wahai pejabat PC Al Irsyad Surabaya agar ummatmu tidak lari, jangan-jangan engkau juga sudah dibaiat oleh ketua PC Al Irsyad Surabaya, atau bahkan dengan ketua PW Al Irsyad Jatim, Chalid Bawazeer ? Sirriyatud da’wah?
Kejanggalan lain, di saat Indonesia sedang dirundung krisis ekonomi, politik dst, di halaman 182 AMSB, diungkap bahwa pasukan Drum Band Al Irsyad turun saat Munas Generasi Muda Islam se Indonesia di Jakarta Desember 1964. Pada waktu pembukaan konferensi Islam Asia Afrika di Bandung 6 Maret 1965, pasukan Drum Band Al Irsyad kembali turun sambil menyanyikan lagu Mars Surkati yang Perkasa. Sayang sekali kami belum mendapatkan teks lagu wajib Al Irsyad ini. http://img408.imageshack.us/img408/9666/image0304ae1.jpg
Mungkin A.S. dkk mau berbaik hati kepada kita semua dan pengunjung webnya yang telah berjumlah puluhan ribu itu dengan menampilkan lirik Mars Syaikh ‘Salafi’ As-Surkati Yang Perkasa di website kebanggaannya, sehingga seluruh Irsyadiyyin dapat mengambil pelajaran agar dapat meniru keperkasaan Syaikh Salafinya? Mungkinkah pejabat setingkat kecamatan di Al-Irsyad (walaupun dari kubu yang telah diliarkan pemerintah Indonesia) sampai tidak tahu-menahu bahwa Syaikhnya punya Mars Surkati Yang Perkasa?
Pantas saja keterkenalan dakwah hizbiyyah Al Irsyad ini membikin reaksi di kalangan kader Al Irsyad, diungkap di halaman hal 211 AMSB : “Kalau ditanya anak muda, ia akan menjawab bahwa Al Irsyad itu adalah “ad-drumband”.
Untuk melihat landasan pembuatan buku AMSB ini, ada di halaman 256-257,
Jelas sudah permasalahan seputar keanehan Al Irsyad dan pemimpinnya ini.
Situs-Situs Gelap
Baiklah, kalau FAKTA adalah website gelap – meminjam tuduhan Abu Salma – artinya tidak jelas alamat surat situs tersebut dan nomor telpon pengelolanya (walaupun Abu Salma tidak mampu membantah bukti-bukti FAKTA yang langsung kami online-kan!!) maka marilah kita berhitung berapa banyak situs kegelapan yang menaungi dakwah anda:
1. salafindo.*** remang-remang, agak gelap, profil mahad kosong, alamat email tidak ada, namun dapat dilihat di halaman depan pengumuman kebetulan menampilkan informasi tsb
2. manhaj.**.** yang melulu berisikan pembelaan atas Ihya’at Turats, nampaknya pengelola situs LBIA tidak ingin situsnya ‘tercemar’ dengan gaya tulisan keras semacam Abu Salma, sehingga dibuatlah situs gelap – meminjam istilah Abu Salma- karena tanpa nomor telpon dan alamat surat sama sekali.
3. almanhaj.**.** yang berisikan artikel-artikel, alamat pondok, jadual talim, tapi lupa menyebutkan jatidirinya, atau malu atau takut ditangkap dst ? Ini juga situs gelap menurut rekan anda sendiri. Saya usulkan yang disebut gelap ditambahkan, tanpa alamat email jelas.
4. assunnah.**.** yang berisikan tulisan-tulisan yang out-of-date, ini adalah situs resmi milis assunnah yang jumlah pengikutnya ribuan tersebut, tapi sayang baik situs Assunnah dan milis Assunnah tersebut ternyata ‘gelap’, juga tidak ada nama alamat dan nomor telponnya, bahkan nama pengelolanya dan alamat email kontaknya. Jadi gelap gulita keadaannya, siapa yang masuk, bisa tercebur jurang, atau mungkin selokan karena saking gelapnya ?
5. assunnah.****.** juga gelap bagi kita, karena di situsnya tidak tertulis informasi kontak sama sekali.
6. jilbab.**.** juga gelap, nama-nama pengurusnya tidak nampak jelas di menu Profil
7. fatwa-ulama.*** sangat gelap, tidak bisa diakses
8. soal-jawab.*** juga gelap
9. salafi.**.** juga gelap
10. dll, masih banyak kalau kita buru, tapi 9 ini sudah mencukupi Insya Allah
Silakan wahai webmaster situs-situs gelap berbuat sama seperti Al Bilaly dan Abu Salma yang buru-buru meralat situsnya masing-masing paska diedarkannya tulisan ini, agar tuduhan berdasar FAKTA ini dibalik menjadi tuduhan DUSTA, tidak berdalil, tidak tabayyun, dst.
Biarlah situs ini disebut situs gelap – fakta.info.tm, kendati nama kontributornya jelas, alamat emailnya ada. Silakan gunakan alamat email kontak @ fakta.info.tm bila berminat, atau telpon ke nomor voicemailnya +44.700 598 2234, fax +44.700 585 0234. Apabila minat mengirimkan surat, silakan kirim ke PO BOX 39 CMG 16451 Depok.
Demikianlah “kegelapan” yang dapat saya kutipkan untuk para pembaca sekalian, tentunya kalimat keanehan, kejanggalan dan semisalnya tidaklah seperti yang ‘diramalkan’ Abu Salma, yakni untuk menghizbi-sesatkan seluruh manusia yang bergabung dalam Al Irsyad. Mengingat betapa banyak saudara-saudara kita yang tertipu dan terlena oleh “sales-sales” dakwah mereka ini, tanpa mengetahui sedikitpun akan fakta-fakta hizbiyyah yang dapat membelalakkan mata.
Sengaja tulisan ini dirilis menjawab tuduhan Abu Salma bahwa Ibrahim cs agen bermetode kuffar CIA, dst, ketahuilah saya hanyalah cleaning service serabutan, bekerja atas inisiatif sendiri, bukan suruhan, apalagi bayaran, dus apalagi piaraan makhluk manapun dari agen-agen kuffar, apalagi penjajah kafir. Silakan ummat menilai akan jelasnya berbagai ‘keanehan’ yang mudah kita temui dan sudah sebagian kita paparkan disini, mudah-mudahan umat miris dan ngeri sehingga menjauhi Al Irsyad, Ihya’ At-Turats dan kroni-kroninya. Bagaimana nanti bila kita dicap agen kuffar Belanda karena terus mengibarkan bendera atas nama Al Irsyad dan Ahmad Surkati ? Wallahu Ta’ala a’lam bish showab.
Ibrahim (Update 24/03/2007)
Footnote :
1. “Keberadaan” seorang tokoh Islam Indonesia dari PERSIS yang bernama A.Hassan yang membantah fatwa Halalnya lotre yang dikeluarkan oleh Al-‘Allamah Irsyadiyyin As-Surkati As-Sudani sekaligus meluruskan pernyataan Syaikh Ali Hasan yang menyatakan bahwa di masa Surkati “Tidak ada pada waktu itu da’i yang menyeru manusia untuk menolak bid’ah, syirik, bahkan hadits lemah maupun palsu (selain beliau)”!! Nukilan selengkapnya: “Namun yang wajib diketahui oleh setiap yang memiliki akal dan pandangan bahwa Syaikh Surkati rhm hidup dinegeri ini 1 abad yang lalu dan pada saat itu negeri ini menjadi lahan subur bagi sufisme / tasawuf, penyembah kubur, kesyirikan, bid’ah dan kesesatan. Tidak ada pada waktu itu da’i yang menyeru manusia untuk menolak bid’ah, syirik, bahkan hadits lemah maupun palsu (selain beliau)” (Muqaddimah Daurah Ke – 5 Oleh Syaikh Ali bin Hasan, Salafindo.com)
Kalau Syaikh Ahmad As-Subaiy’i al-Kuwaiti hafidhahullah membantah sepak terjang EMAS kemaslahatan Ihya’ At-Turats sebagaimana yang digambarkan oleh Firanda dari buku induk Ihya’ (Syahadah Muhimmah) dengan menegaskan: “Kami Kuwaitiyyin lebih tahu mengenai Ihya’ At-Turats! Adapun anda?”
Maka, sesungguhnya, kamipun (Andunusiyyin!) lebih tahu tentang sejarah dakwah Islamiyyah di Indonesia! Lebih dari siapapun! Adalah wajar Syaikh Ali (dari Yordania) tergelincir melakukan kesalahan seperti ini, permasalahan yang jauh lebih besar adalah:Siapakah yang telah melakukan upaya pembusukan terhadap beliau dengan memberikan informasi-infomasi palsu dan menyesatkan seperti ini? Sungguh suatu pernyataan yang sangat berlebihan dalam menjunjung tinggi As-Sudani dan dakwahnya.
source:
http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2007/03/28/ahmad-surkati-guru-agen-cia-sekutu-dan-sahabat-misionaris-kafir-belanda/